Welcome to [Dunia Electrical] >>Download Software ETAP disini >>Daftar Training ETAP disini

Panel Tegangan Menengah (Switchgear)

Switchgear adalah panel distribusi yang mendistribusikan beban kepanel-panel yang lebih kecil kapasitasnya. Dalam bahasa Indonesia artinya Panel Tegangan Menengah (PTM) atau juga disebut MVMDB (Medium Voltage Main distribution Board) dan sedangkan untuk tegangan rendah disebut LVMDB (Low Voltage Main Distribution Board).

TUJUAN DAN RUANG LINGKUP
Tujuan dari spesifikasi ini adalah untuk menentukan persyaratan teknis minimum yang mencakup desain, fabrikasi, suplai & pengiriman ke lokasi, pemasangan, pengujian, inspeksi dan pengetesan dari semua panel tegangan menengah sesuai dengan kode, standar, dan klasifikasi teknis.

KODE DAN STANDAR
Kode dan standar yang digunakan sebagai referensi harus merupakan edisi terbaru.



International Electrotechnical Commission (IEC)

  • IEC 60028    International Standard of Resistance for Copper
  • IEC 60044    Instrument Transformers
  • IEC 60051    Direct Acting Indicating Analogue Electrical Measuring Instruments and Their Accessories
  • IEC 60529    Degrees of Protection Provided by Enclosure (IP Code)
  • IEC 60255    Measurement Relay and Protection Unit

American National Standards Institute (ANSI)
  • ANSI C2    American National Standard National Electrical Safety Code
  • ANSI/IEEE C37.20    Standard for Switchgear Assemblies and Metal-Enclosed Bus
  • ANSI/IEEE C37.20.2    Metal Clad and Station type Cubicle Switchgear (Above 1000)
  • ANSI/IEEE C37.20.3    Metal Enclosed Interrupter Swicthgear (Above 1000 V)
  • ANSI/IEEE C37.100    Definition for Power Swicthgear
  • ANSI/IEEE 142    Practice for Grounding of Industrial and Commercial Power System
  • ANSI/IEEE 242    Protection and Coordination of Industrial and Commercial Power System

National Fire Protection Association
NFPA 70    National Electric Code

Peraturan Umum Instalasi Listrik – Indonesia (PUIL)

Standar Perusahaan Umum Listrik Negara (SPLN)


KONDISI OPERASI
Panel tegangan menengah akan ditempatkan pada ruangan ber-air conditioner pada area non-hazardous.

Panel tegangan menengah harus didesain memiliki keandalan tinggi dan downtime minimum, mudah dalam pengoperasian dan pemeliharaan. Life desain dari peralatan minimal 25 tahun.

Perangkat switching harus sesuai untuk periode pemakaian 40.000 jam dengan pemeliharaan minimum, beroperasi dalam kapasitasnya dan kondisi lokasi tertentu tanpa memerlukan perbaikan besar atau penggantian yang mensyaratkan mematikan busbar utama dan vertical dropper bus bar.

Semua material yang digunakan harus dari tipe flame retardant dan low smoke emmision. Ketebalan minimum 2.5 mm untuk struktur, dan 2 mm untuk sisi samping panel dan pintu.

Vendor disyaratkan untuk mencantumkan semua penyimpangan dari spesifikasi ini didalam penawarannya apabila penyimpangan-penyimpangan tersebut tidak dicantumkan, maka akan diasumsikan dan disimpulkan bahwa Vendor berkeinginan untuk memenuhi semua persyaratan yang ditentukan. Penyimpangan diatas harus dikumpulkan dalam Bab “Penyimpangan dari Spesifikasi”, secara terpisah.

Panel tegangan menengah harus didisain untuk meminimalkan resiko hubungan pendek untuk memastikan keselamatan pribadi dan operasional dalam segala kondisi operasi maupun selama inspeksi, pemeliharaan, terhubung, pengawasan spare panel, dimana kondisi panel masih beroperasi.
Panel tegangan menengah akan menyediakan tegangan 6.6 kV, 50 Hz, untuk menyuplai peralatan pembangkit dan peralatan lain. Daya akan disalurkan ke peralatan dari busbar 6.6 kV.

Semua breaker tegangan menengah harus didisain untuk beroperasi dalam ruangan, metal clad, circuit breaker dengan operasi elektrik, tiga fasa, sesuai dengan IEC 62271-100.

Panel tegangan menengah harus sesuai untuk operasi pada pembangkit tenaga listrik yang beroperasi pada iklim tropis.

Bila tidak disebutkan khusus, peralatan harus memiliki rating kontinu untuk beroperasi pada temperatur lingkungan 104°F (40°C), udara lingkungan dengan kelembaban tidak kurang dari 100% pada kondisi yang ditentukan dalam dokumen dan ketinggian tidak melampaui 3300 kaki di atas permukaan laut rata-rata.

Rating Panel Tegaangan Menengah 6.6 kV
Circuit Breaker
  • Jumlah fasa    3
  • Tegangan sistem nominal    6.6 kV
  • Rating tegangan    7.2 kV
  • Rating level isolasi   
  • Lightning impuls (BIL)    60 kV
  • One minute power frequency (rms)    27 kV
  • Rating frekuensi    50 Hz
  • Rating arus normal   
  • Main breaker    2000 A*)
  • Tie Breaker    2000 A*)
  • Feeder breaker    1250 A*)
  • Rating arus short circuit (rms)    40 kA*)
  • Rating tegangan transient recovery    0.238 kV/µs
  • Rating arus short circuit (puncak)    100 kA*)
  • Rating durasi short-circuit    1 detik
  • Rating urutan operasi    CO-15s-CO
  • Mekanisme penutupan    Stored energy
Note:*) Contoh rating CB

BUS
  • Continous rating Sebagaimana disyaratkan
  • Momentary rating Sebagaimana disyaratkan
  • Tegangan kontrol bus (nominal) : 110V dc
  • Tegangan stored energy operating mechanism : 110 V dc
  • Rating arus dinamik trafo : 100 kA
Rating Temperatur
Kenaikan temperatur pada kondisi rating arus dan temperatus embient 40oC harus tidak boleh lebih dari :
  • Bus dan koneksi dengan surface perak, dilas atau brazed : 65°C
  • Koneksi ke kabel berisolasi (surface perak atau setara) : 45°C
  • Temperatur rata-rata di sekitar keluaran kabel berisolasi : 15°C
  • Panel instrument, panel kontrol, pintu, kubikel dan enclosure panel dimana dapat dengan mudah diakses : 30°C
  • Bagian yang ditangani oleh petugas pada kondisi operasi normal    10°C
  • Permukaan external yang tidak dapat diakses oleh operator selama tugas normalnya    70°C
  • Temperatur di atas temperatur rating harus sesuai dengan ANSI C37.20.
  • Perancangan breaker vakum atau SF6, jika diusulkan, harus mencegah
Pembangkitan tegangan lebih transien berlebihan yang disebabkan oleh operasi breaker yang dapat merusak isolasi peralatan yang disuppy melalui circuit breaker.

Persyaratan Desain Mekanis
Panel tegangan menengah harus harus diproduksi atau dirakit di Indonesia.
Panel tegangan menengah harus terdiri dari circuit breaker, bus, dan aksesoris, dipasang pada bingkai logam, lengkap dengan semua koneksi listrik, dan benar-benar tertutup dengan pemasangan lembaran logam.

Selubung panel tegangan menengah harus tahan debu industri, jenis pemakaian dalam ruang yang terlindung penuh dengan selubung pelindung NEMA-12. Konstruksi selubungnya harus dapat mencegah masuknya rayap / serangga ke dalam panel tegangan menengah dan harus memiliki proteksi lengkap terhadap komponen beraliran listrik atau kontak dengan komponen internal yang bergerak. Lubang ventilasi (bila diperlukan untuk ventilasi alami) harus ditempatkan sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan benda logam dimasukkan melalui lubang tersebut. Semua lubang, tutup, dan pintu harus dilengkapi dengan gasket neopren yang sesuai.

Panel tegangan menengah harus memiliki 3 kompartemen, yaitu kompartemen kabel, kompartemen busbar, dan kompartemen breaker.

Tiap panel harus memiliki sekat pemisah internal dari lembar logam yang diperlukan untuk membentuk kompartemen yang terpisah antara busbar, relai /instrumen, sambungan kabel, dan sebagainya. Penghalang perambatan bunga api yang sesuai harus juga disediakan dalam kompartemen bus bar sesuai standar disain pabrik. Flap / valve pelepas tekanan independen harus tersedia untuk tiap komponen tegangan menengah tersendiri, misalnya, busbar, kabel, dan kompartemen breaker.

Harus tersedia pembatas yang cukup sehingga personil dapat bekerja dengan aman dalam suatu kompartemen yang kosong saat bus bar sedang beraliran listrik.

Strip terminal untuk kontrol harus dapat diakses untuk memfasilitasi bekerja dan pengujian dengan breaker dalam posisi Uji dan Tersambung (Test and Connected), saat switchboard berada dalam kondisi beraliran listrik.

Panel tegangan menengah harus didisain untuk pengembangan (yang akan datang) ke kedua sisi tanpa pengeboran, pengelasan, atau pemotongan. Panel-panel pada ujung harus memiliki lubang untuk perpanjangan busbar, yang harus ditutup dengan plat yang disekrupkan ke panel.

Drawout carriage pada switchboard harus memiliki tiga posisi yaitu: posisi “Connected”, ”Test”, dan “Disconnected / Remove”. Shutter pengaman otomatis harus tersedia untuk menjamin tidak dapat diaksesnya komponen yang beraliran listrik, setelah breaker dicabut. Carriage harus tidak dapat dicabut atau dipasang saat pemutus daya berada pada posisi tertutup.

Troli penyulang breaker harus tetap berada dalam kotaknya, bahkan dalam posisi uji. Harus disediakan pintu penutup yang dapat dikunci untuk kompartemen breaker.

Semua peralatan yang identik dan komponen yang bersesuaian, termasuk kompartemen breaker dengan rating dan jenis yang sama, harus dapat dipertukarkan satu dengan lainnya tanpa perlu mengubah struktur. Sub-rangkaian mekanik yang sejenis, tapi dengan fungsi atau kemampuan elektrik yang berbeda tidak boleh dipertukarkan.

Interlock berikut harus disediakan untuk mencegah kesalahan operasi:
  • Pintu kompartemen harus terkunci saat breaker berada pada kondisi Closed/ On.
  • Suatu pemutus daya yang sudah dicabut harus tidak dapat didorong masuk dalam posisi tertutup atau pemutus daya tidak dapat ditarik dalam posisi closed.
  • Pemutus daya yang sudah dicabut harus tidak dapat didorong masuk saat isolator pentanahan tertutup.
  • Isolator pentanahan harus tidak dapat ditutup, pada waktu pemutus daya berada pada kondisi terpasang.
  • Plug sirkit bantu harus tidak dapat dicabut, pada waktu breaker pada posisi “Tersambung”.
  • Breaker harus tidak dapat didorong ke posisi “Connected”, saat plug sirkit bantu tidak berada pada posisi tersambung.
BUSBAR
Switchboard  harus terdiri dari bus bar 3 fasa, memanjang melintasi semua unit panel tegangan menengah yang berjajar. Busbar harus memiliki ukuran penampang sama pada keseluruhan panjangnya dan harus memiliki ukuran sesuai agar mampu menyalurkan arus secara kontinu yang ditentukan dalam data sheet.
Bus bar harus terbuat dari tembaga berlapis timah dengan konduktivitas tinggi disangga pada material non-hygroscopic yang tidak mudah terbakar, insulator anti-tracking poliester yang diperkuat dari serat gelas (berwarna merah). Bentuk, konfigurasi, dan luas penampangnya harus sedemikian rupa sehingga termoelektrik titik panas busbar termasuk sambungan pada temperatur lingkungan disain tidak boleh melampaui batas sesuai ANSI/IEEE C37.20.2 dan ANSI/IEEE Std.1. Sertifikat Uji (kenaikan temperatur) untuk hal tersebut harus disertakan bersama Penawaran.

Busbar dan penyangganya harus memiliki dimensi dan terpasang secara mekanis sehingga dapat menahan gaya yang disebabkan arus hubung singkat maksimum yang terjadi tanpa efek merusak.
Semua sambungan busbar dan konduktor telanjang harus berlapis timah/ perak, untuk menjamin konduktivitas yang baik dan melindungi terhadap korosi. Sambungan baut harus dibuat dengan baut dengan kekuatan tarik tinggi, secara efektif diamankan dari kelonggaran.

Busbar, bus joint dan penyangga harus dari disain yang telah terbukti, dapat menahan tegangan dinamis dan termal dari hubung singkat yang ditentukan dan telah diuji tipe oleh otoritas pihak ketiga untuk menahan tingkat gangguan sesuai ketentuan dalam data sheet. Busbar juga harus diuji tipe terhadap kenaikan temperatur. Sertifikat uji tipe untuk hubung singkat dan kenaikan temperatur (dengan breaker dalam panel) harus disertakan bersama Penawaran.

Semua busbar harus diinsulasi penuh dengan sleeve PVC tahan rambatan api dan harus memiliki warna berbeda untuk tiap fasa. Insulasi harus memiliki rating untuk menahan sekurang-kurangnya sebesar tegangan sistem jaringan. Tidak boleh ada busbar telanjang yang terbuka. Semua sambungan bus bar dan koneksi tap-off harus memiliki selubung penuh (dapat dilepaskan).

Sambungan Daya Tegangan Menengah
Tiap individu panel tegangan menengah harus memiliki ruang yang cukup untuk mengakomodasi jumlah kabel yang diperlukan. Kit terminasi tempelan harus lengkap dengan panjang yang diperlukan dari heat-shrinkable sleeves, klem kabel, hardware /aksesori lain, dan sebagainya, untuk terminasi yang baik terhadap kabel berinsulasi XLPE konduktor tembaga berinti banyak, satu (1c), atau tiga (3c) core. Ukuran kabel diperlukan dalam datasheet /gambar.

Lubang masuk kabel baik untuk kabel masuk atau keluar harus dari atas atau bawah. Susunan penyangga kabel yang diperlukan harus disediakan dalam panel tegangan menengah. Untuk menghindari kontak yang tidak diinginkan dalam kompartemen kabel saat inspeksi dilaksanakan dengan membuka tutup belakang, suatu penghalang logam yang dapat dilepas harus disediakan dalam kompartemen kabel.

Kompartemen terminasi untuk koneksi tegangan menengah dan tegangan rendah harus dipisahkan. Terminal-terminal harus disusun sehingga koneksi kabel dapat dilaksanakan dengan aman, tanpa terpengaruh dengan bus bar yang beraliran listrik dan perangkat switching terdekat yang beraliran listrik. Gland plate tanpa pemboran dan dapat dilepas, harus tersedia.
Gland plat untuk kabel inti tunggal harus dari jenis logam non-magnetik.

Tie-in Section
Panel tegangan menengah harus mempunyai Tie-In breaker agar panel tegangan menengah lebih mudah dioperasikan dan dirawat secara terpisah.Semua alat internal dari Tie-In section harus sesuai dengan arus maximum dari busbar utama.

Pengkabelan dan Terminal Bantu
Kabel untuk sirkit kontrol, sinyal, proteksi dan instrumen harus terbuat dari kabel tahan rambatan api (flame retardant) berinsulasi PVC. Semua pengkabelan internal harus dipasang dengan rapi dan sistematik dan dipasang dengan erat dalam kanal/ tray plastik atau ikatan kabel. Pengkabelan internal yang melalui berbagai kompartemen harus dilewatkan melalui konduit fleksibel.

Panel tegangan menengah harus sudah memiliki pengkabelan dari pabrik, dengan provisi untuk sambungan pengabelan antar panel dan antara berbagai bagian yang dikirimkan. Kabel kontrol haruslah 14 AWG (2.5 mm2), kawat serabut tembaga. Semua kabel harus diberi tanda pada kedua ujungnya dengan ferrule marker. Ferrule (alfanumerik) yang digunakan harus sesuai dengan skematik kontrol dan diagram pengkabelan. Kedua ujung setiap kabel harus ditandai dengan nomor perangkat/ terminal yang tersambung padanya, diikuti dengan nomor perangkat/ terminal di mana ujung yang lain dari kabel diterminasikan. Lebih lanjut, kabel multi-inti harus memiliki nomor terpisah yang ditempelkan pada sheath (selubung) luar.

Blok terminal harus disusun dan ditempatkan untuk kemudahan akses pelaksanaan terminasi, pengujian, inspeksi, dan pemeliharaan eksternal. Tiap blok terminal harus dilengkapi dengan minimum 30% terminal cadangan.

Sirkit dan terminal yang beroperasi pada tegangan berbeda harus dipisahkan.
Kabel kontrol internal yang ditujukan untuk koneksi kelistrikan di luar peralatan harus diterminasikan pada suatu blok terminal antarmuka yang dapat diakses. Blok terminal harus disusun sehingga hanya satu kawat eksternal yang terhubung pada tiap terminal.

Kontrol dan Indikasi
Trip dan penutupan breaker harus pada arus DC. Catu daya harus sebagai berikut:
  • 120 V DC harus disediakan untuk tutup /trip breaker. Satu feeder DC harus tersedia untuk tiap bagian bus.
  • Catu daya arus bolak-balik 220V, 50 Hz, 2 kawat, harus digunakan untuk mencatu pemanas ruang. Satu feeder arus bolak-balik harus disediakan untuk tiap bagian bus.
  • Catu daya arus bolak-balik 220V, 50 Hz harus digunakan untuk motor penekan pegas. Daya harus dicatu dari transformator daya kontrol yang terpasang di dalam panel, satu untuk tiap bus.
Posisi Tertutup, Terbuka, Trip, Pegas Tertekan, Tersambung, dll dari perangkat switching (breaker /kontaktor) harus memiliki indikasi mekanis. Indikasi elektrik (LED) juga harus tersedia untuk hal berikut:
  • Perangkat switching “Tertutup /On” : Hijau
  • Perangkat switching “Terbuka /Off” : Merah
  • Perangkat switching “Auto-trip” : Kuning
  • Sirkit healthy trip : Putih
  • Kegagalan catu kontrol DC : Biru
Untuk interface elektrikal / instrumentasi (hardwired), relai pemutus harus disediakan pada panel panel tegangan menengah yang bersangkutan. Kontak pembantu harus dapat membawa maksimum arus yang diantisipasi. Relai harus dari jenis kedap udara.

Pemanas Anti Kondensasi
Suatu pemanas ruangan anti kondensasi harus disediakan pada dasar tiap bagian vertikal kompartemen. Vendor harus menyediakan semua pengkabelan internal dan kontrol yang diperlukan dengan satu set terminal catu daya untuk koneksi eksternal catu daya oleh oleh pihak yang lain menuju space heater bus.

Saklar isolasi kutub ganda dan lampu indikator pemanas menyala harus tersedia bagi tiap sirkit pemanas. Masing-masing sirkit pemanas harus dilindungi dengan fuse dan Residual Current Circuit Breaker (RCCB), bisa jenis 4-pole atau 2-pole tergantung jumlah fasa, yang memiliki sensitivitas 30 mA harus disediakan untuk kelompok sirkit dalam peralatan.

Termostat harus disediakan pada tiap bagian vertikal peralatan untuk mengontrol pemanas ruangan anti kondensasi sehingga temperatur ruangan terjaga pada kira-kira 3°C di atas temperatur normal ruangan. Termostat harus bekerja 2°C di atas dan reset 2°C di bawah setelan temperatur.

Catu daya ke pemanas ruangan anti kondensasi motor harus berupa fasa tunggal dan netral yang diambil dari bus sirkit kontrol motor dan di-switch melalui kontak bantu yang normalnya tertutup ke kontraktor starter motor

Pentanahan
Harus disediakan koneksi pentanahan yang baik dan handal dari komponen logam yang tidak membawa arus. Bus pentanahan horizontal tembaga berlapis timah harus disediakan dengan rating sesuai dengan persyaratan NEMA Pasal- 250.

Pentanahan peralatan harus sesuai dengan rekomendasi NEC. Batang dan terminal pentanahan harus disediakan di semua kubikel. Semua komponen logam yang yang tidak menghantarkan arus harus diketanahkan dengan mantap.

Bar pentanahan dan koneksinya harus memiliki rating untuk membawa arus ground fault maksimum yang diperhitungkan tanpa mengalami kerusakan.

Kontak pentanahan semua unit yang dapat dicabut harus dilaksanakan sebelum melaksanakan kontak listrik dan terputus hanya setelah putusnya semua kontak listrik. Ground bus harus melintang sepanjang keseluruhan panel tegangan menengah dan harus ditempatkan di dasar.

Untuk menjamin pentanahan komponen yang terpasang di pintu, seperti saklar, instrumen, lampu sinyal dan sebagainya, pintu panel tegangan menengah harus dihubungkan pada enclosure melalui konduktor fleksibel terpisah.



Nameplate

Plat atau label nama permanen harus disediakan untuk mengidentifikasi masing-masing perangkat, alat pengukur, lampu indikator, kom partemen pemutus sirkit. Relai peralatan dan bantu dalam kompartemen juga harus diidentifikasi dengan baik. Harus disediakan label yang diperlukan untuk menyampaikan instruksi operasi, peringatan, data rating dan informasi umum lainnya.

Label harus berupa Traffolyte bergraver yang dipasang erat dengan sekrup 316 S.S. Warna label harus sebagai berikut. Warna label harus sebagai berikut:
  • Huruf hitam pada dasar putih untuk indikator
  • Huruf hitam pada dasar kuning untuk petunjuk
  • Huruf putih pada dasar merah untuk peringatan
Komponen Panel Tegangan Menengah
Semua komponen dengan fungsi elektrik yang identik haruslah dari satu produsen dan jenis yang sama.

Circuit Breaker
Vaccum Circuit Breaker (VCB) atau Air Circuit Breakers (ACB) terpasang pada trolley/roda dorong harus digunakan dalam switchboard. VCB harus didisain dengan tingkat tegangan lebih rendah untuk switching dan dengan daur switching yang lama. Penekan surja untuk membatasi tegangan lebih switching hingga maksimum rating 2.2 PU tegangan puncak phasa ke tanah harus disediakan. Interuptor harus bebas dari kebocoran.

Breaker harus memiliki setidaknya 8NO + 8 NC kontak tambahan cadangan. Bila tidak tersedia, harus digunakan relai bantu untuk memperbanyak dan semua kontak bantu harus memiliki kabel hingga blok terminal. Breaker harus memiliki mekanisme penekan pegas yang digerakkan motor, dengan provisi penekanan pegas manual. Pegas penutup harus ditekan ulang, untuk penutupan yang bersesuaian, segera setelah gerakan menutup sebelum breaker mengalami trip. Breaker harus jenis bebas trip dan harus memiliki mekanisme anti pumping.

Sirkit kontrol harus sesuai untuk operasi lokal dan jarak jauh. Tombol bebas trip mekanik harus disediakan untuk semua breaker. Tiap breaker harus dilengkapi dengan penghitung operasi.

Suatu sistem pentanahan yang integral (saklar) harus disediakan. Saklar pentanahan tersebut harus memiliki provisi untuk dioperasikan secara manual dengan isolasi trolley/roda dorong, tapi akan bekerja otomatis saat pintu terbuka. Panel tegangan menengah harus memiliki provisi untuk melihat posisi saklar pentanahan melalui jendela di bagian depan /belakang kubikal untuk memeriksa posisinya. Dengan trolley/roda dorong dilepas, saklar pentanahan harus memiliki provisi untuk pemasangan gembok.

Kontaktor Vakum
Kontaktor sekering jenis berpengait, slim latched type fuse, bila digunakan sebagai perangkat switching untuk feeder ke motor, harus didisain dapat menahan energi maksimum yang dilewatkan dari sekering pembatas arus. Kontaktor vakum harus memiliki daur pakai listrik minimum 250.000 siklus switching beban, sementara ketahanan mekaniknya 2.500.000 siklus operasi. Catu daya kontrol harus diambil dari bus 120 V DC. Sirkit penutup kontaktor vakum (latched type) harus memiliki relai anti pumping. Kontaktor harus memiliki provisi untuk dapat menutup baik lokal (dekat motor) maupun dari jauh.

SF6 Gas Contactor dengan Pressure Switch
Kontaktor sekering jenis berpengait, slim latched type fuse, bila digunakan sebagai perangkat switching untuk feeder ke motor, harus didisain dapat menahan energi maksimum yang dilewatkan dari sekering pembatas arus.
Kontaktor gas SF6 harus memiliki daur pakai listrik dan mekanik a 2.500.000 siklus operasi.
Catu daya kontrol harus diambil dari bus 125 V DC.
Sirkit penutup kontaktor gas SF6 (latched type) harus memiliki relai anti pumping. Kontaktor harus memiliki provisi untuk dapat menutup baik lokal (dekat motor) maupun dari jauh.

Transformator Pengukuran
Transformator arus dan tegangan harus berinsulasi cast-resin. Lilitan primer dan sekunder harus ditandai sebagaimana mestinya dan harus mudah diakses untuk keperluan pengujian dan terminasi.

Transformator arus (CT)
Kapasitas output tertera, kelas akurasi, dan faktor batas akurasi trafo arus harus sesuai dengan total beban tersambung dari peralatan dan kabel yang dihubungkan. Rating waktu singkat harus sama dengan breaker atau switchboard. CT mengukur harus memiliki kelas akurasi 1,0 dan faktor batas akurasi kurang dari 5, sementara CTS protektif harus memiliki kelas akurasi 5P dan faktor batas akurasi lebih besar dari 10. CT pengukur harus memiliki lilitan sekunder 1A, sementara lilitan sekunder 5A dapat diterima untuk C T pengaman. Terminal sekunder transformator arus harus disambungkan sampai ke blok terminal dengan sambungan pendek, yang terletak di tempat yang dapat diakses. Satu sisi lilitan sekunder dari tiap transformator arus harus terhubung ke tanah. CT terpisah harus disediakan untuk proteksi diferensial.

Potential Transformators (PT)
Transformator potensial harus dari jenis dapat dicabut dan harus dilengkapi dengan sekering pada sisi primer dan MCB dengan kontak bantu pada sisi sekunder. Titik netral PT yang terhubung bintang, baik pada sisi primer maupun sekunder harus ditanahkan.
Tegangan tertera primer harus sama dengan tegangan tertera sistem. Kecuali disebutkan lain, tegangan sekunder harus 120 V AC. Beban dan kelas akurasi tertera dari transformator potensial harus sesuai dengan beban tersambung dari beban dan kelas akurasi harus Kelas 0,5 untuk AVR, 1 untuk transformator pengukur dan Kelas 3P untuk transformator proteksi. PT harus memiliki faktor tegangan lebih sebesar 1,9 untuk 30 detik.

Relai Pengaman
Semua relai pengaman harus berupa relai numerik komprehensif yang dapat berkomunikasi dengan fitur proteksi, pengukuran, dan kontrol, dengan penyimpan memori. Relai terpisah untuk perlindungan khusus, misalnya, diferensial, gangguan pentanahan terbatas, arah, daya terbalik, dan sebagainya harus disediakan. Semua relai pengunci harus hanya dari jenis reset manual dan relai harus dapat diset /dioperasikan dari sisi depan.

Fuse (Sekering)
Semua sekering pengaman harus mampu untuk menahan arus inrush untuk semua kondisi pemakaian, tanpa penuaan abnormal atau kerusakan. Sekering harus dapat diakses dan susunan yang sesuai harus dilaksanakan untuk pembongkaran dan penggantian sekering dengan aman sementara busbar tetap dialiri listrik. Sekering tegangan tinggi harus dari jenis pembatas arus dengan kapasitas pemutusan tinggi dengan aksi positif. Sekering untuk proteksi hubung singkat motor harus memiliki karakteristik waktu-arus yang sesuai untuk tugasnya. Suatu mekanisme trip penggerak-pin harus disediakan untuk melakukan trip pada kontraktor, dalam hal operasi sekering tunggal (fasa tunggal). Sekering tegangan rendah harus dari jenis pembatas arus dengan kapasitas pemutusan tinggi.

Instrumen Pengukuran
Instrumen Analog/ Digital harus disediakan sesuai persyaratan. Instrumen analog harus berukuran kira-kira 96x96 mm dengan pola persegi, yang terpasang rata. Kelas akurasi untuk semua instrumen adalah 1.0. Watt meter harus sesuai untuk mengukur beban tidak seimbang pada sistem 3 fasa, 3 kawat dan harus memiliki indikator permintaan maksimum.

Pengecatan
Panel tegangan menengah harus dicat sesuai dengan prosedur pengecatan yang disetujui. Besi harus galvanis dan dilapisi sebagai persyaratan minimum.
Share this Post Facebook Twitter Google+ WhatsApp

Subscribe to receive free email updates:

16 Responses to "Panel Tegangan Menengah (Switchgear)"

  1. selamat malam, mau tanya untuk spln nya itu nomer brapa ya? terima kasih

    ReplyDelete
  2. Sorry baru respon Mba dah lama gak on air, SPLN 50/82 : Indonesia

    ReplyDelete
  3. Pak pengujiannya busbarr dimana ya ?

    ReplyDelete
  4. TERIMA KASIH ATAS ILMUNYA SEHINGGA DAAPAT MEMBANTU MERINGANKAN TUGAS SAYA DALA UPAYA MENCERDASKAN ANAK BANGSA TERCINTA

    ReplyDelete
  5. Assalamu'alaikum,

    Mas Ari, Terimakasih karena sudah berbagi informasi yang sangat bermaanfaat khusus nya buat diri saya pribadi. Semoga informasi yang anda berikan dapat selalu diakses oleh semua orang. sehingga menjadi sebuah amal kebaikan yang tidak akan pernah putus hingga kita meninggalkan dunia ini. jazakallah khairan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam pak Supriyadi,

      Thanks for nice comment pak. Aamiin, semoga bermanfaat pak.

      Delete
  6. Assalamu alaikum gan
    Mas Ari, memungkinkan tidak jika kita memasangkan sensor suhu kedalam Panel Switchgear untuk memonitor perubahan suhu yang terjadi didalamnya yang kemungkinan terjadi akibat adanya indikasi gangguan di dalam panel tersebut.
    terima kasih

    ReplyDelete
  7. ada yan punya buku tentang tie in breaker gk mas

    ReplyDelete
  8. mantap broooo... semangat menulis nya.

    ReplyDelete
  9. Mokasih alah berkunjung bro haha baa kaba ?

    ReplyDelete
  10. Salam pak,
    saya mau menanyakan, apakah ada pengaruhnya apabila kami ingin mengganti panel MVMDB CT 110/5 menjadi 150/5 terhadap system proteksi, karena sebelumnya kami menggunakan CT 100/5 menjadi 150/5

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengaruh ke settingan proteksinya pak. karna innitial current di sisi secunder CT yg diterima relay berbeda dari CT sebelumnya otomatis settingan OCR sama Instantaneous nya juga beda. jadi harus disetting ulang.

      Delete

Loading...