Welcome to [Dunia Electrical] >>Download Software ETAP disini >>Daftar Training ETAP disini

STANDAR DESIGN GAS ENGINE GENERATOR

PERSYARATAN UMUM

Gas engine generator set package ini harus didesain untuk servis kontinyu (Continuous Duty). Catu daya utama (main power supply) harus melayani semua fungsi listrik selama operasi normal.  

Semua material, peralatan dan bagian yang terdiri dari unit yang ditentukan disini harus dalam keadaan baru, belum pernah dipakai dan bebas dari semua cacat pada saat manufaktur, dan dirakit dengan tingkat keterampilan teknisi yang memadai dipabrik dan diuji.


Mesin generator set ini harus dirakit secara lengkap berikut semua pemipaan dan perkabelan, dipasang diatas skid dengan kekuatan yang cukup untuk menjaga kelurusan (alignment) dari generator set dan untuk meminimalkan tegangan yang terjadi pada mesin generator.

Mesin generator set harus dapat melaksanakan sistem penyalaan awal (initial black start system) dan tidak tergantung pada daya tambahan dari unit pembangkit dan sistem utilitas lain. Material untuk konstruksi mesin generator harus kompatibel dengan lingkungan tropis.

Pemakaian selang fleksibel dilarang, akan tetapi untuk sistem penyambungan generating set dan external fixed equipment dapat dipergunakan flexible spool. 

Peralatan generator set harus tahan debu dan tahan air (dust proof dan water proof) yang sesuai untuk kondisi luar ruangan (outdoor) dan class 1 division 2 area, diletakkan dibawah atap (shelter) dengan kondisi lingkungan seperti berikut :
  • Temperatur                :  maksimum 100 ºF (38 ºC)
  • Kelembaban relatif    :  maksimum 95 %
  • Curah hujan tahunan  :  maksimum 2510  mm/year
  • Kecepatan angin        :  maksimum 3 m/s.


Engine harus didesain sedemikian rupa sehingga waktu diantara perbaikan besar (major overhaul) sedikitnya adalah  25.000 jam (running hours) berdasarkan set operasi pada continuous base load duty. Vendor harus menunjukkan ketersediaan atau kehandalan dan data Mean Time Between Overhaul (MTBO) untuk unit dengan servis yang sama.  

Gas engine genset package ini harus sesuai untuk tugas siaga (stationary standby duty) dalam jangka waktu yang lama tanpa kerusakan.

Klasifikasi area hazardous didasarkan pada API 500 Class I Div. 1 T3, Class I Div. 2 T3 dan unclassified. Generator  dipasang di safe area (unclassified) dan didalam bangunan.


PERSYARATAN DESAIN PERALATAN

Generator
Electrical Generator harus didesain memenuhi NEMA MG 1, 3 phase brushless, permanent magnet, tropical, synchronous type untuk operasi secara terus menerus pada temperatur lapangan  maksimum dan sesuai dengan tipe yang digunakan dalam industri.

Generator output harus ditetapkan dalam data sheet dengan faktor daya sebesar 0.8.

Generator insulation termasuk exciter minimum Class F, dengan kenaikan temperatur maksimum adalah Class B. Ujung lilitan (winding) harus diproteksi.

Generator harus mempunyai sistem sealed premium dengan tambahan epoxy coating pada exciter, rotor dan stator yang dirancang maksimum tahan terhadap embun dan lembab.

Vacum Pressure Impregnation (VPI) harus dipertimbangkan pada stator dan winding rotor dan type wound tidak ditetapkan. Winding harus dihubungkan secara “Star”.

Tegangan Ouput generator harus dikendalikan oleh solid state voltage regulator. Pengatur tegangan ini secara otomatis menjaga kualitas tegangan output dengan cara pengaturan arus eksitasi pada site generator. Pada kondisi beban penuh, pengatur tegangan harus mampu secara “Auto” menjaga tegangan output sampai didalam 0.5 %.

VENDOR harus memperhatikan kapasitas motor pada tegangan penuh saat starting dimana voltage drop tidak melebihi 15 % dari tegangan nominal.

Tegangan harus dijaga sampai ± 5% dalam 1 (satu) detik dan frequency drop tidak melebihi 5 % dimana sistem harus stabil kembali dalam 2 detik setelah motor start selesai.

Generator harus dapat menahan bila terjadi hubungan pendek (short circuit) sebesar 300% selama 10 detik. Winding dirancang mampu menahan dari kerusakan akibat tersebut.
  • Generator harus dapat menahan sampai 110% beban selama minimum 1 jam.
  • Generator harus dihubungkan secara langsung ke gas engine dan fasa rotasi U, V, W.
  • Output generator harus mempunyai proteksi langsung MCCB pada enclosure.
Ingress Protection dari enclosure generator harus sesuai dengan kondisi instalasi outdoor dan minimal adalah IP 23.

Relay Proteksi
Relay proteksi harus diinstal dalam kontrol panel generator. Semua relay proteksi harus tipe elektronik digital dan dengan mudah untuk dipasang. Komponen harus dipertimbangkan terhadap posisi instalasi yang jauh dari dasar lantai. Proteksi relay harus diberi label dan dilengkapi dengan indikator.

Relay Proteksi harus mempertimbangkan minimum hal berikut :
  • Short circuit and over current
  • Under and over voltage
  • Under and over frequency
  • Ground fault protection

Relay proteksi harus reset secara manual dan tidak terlalu sensitif terhadap getaran, shock dan transient. Dust proof flush pada relay proteksi digunakan sebagai ingress protection. 

Relay proteksi harus dapat dimatikan (tripping) dari sinyal alarm.

CT over current harus dipasang pada line dengan VA rating dan akurasi relay tanpa ada kerusakan bila terjadi arus lebih.  

Karakteristik 
Unit generator harus berjenis continuous duty type S1 dan juga dengan disain keluaran daya yang stabil pada setiap tingkatan beban listriknya. Kemampuan generator beroperasi pada tingkatan beban yang tidak seimbang dari masing-masing fasa harus sesuai dengan standar IEC 60034-1.

Grafik gelombang sinus dari generator, dari nilai tegangan yang berbanding dengan nilai kecepatan mesin pada keadaan sirkuit tanpa beban, diharapkan cukup harmonik dan tidak melebihi 5%.
Keluaran tegangan generator dapat dilakukan pengaturan 90% sampai dengan 110% dari nilai tegangan keluaran yang tercantum. Telephone Harmonic Factor (THF) dari generator harus mengacu pada standar IEC 60034 and NEMA MG1.


Lilitan Kumparan
Lilitan pada generator didesain dengan menggunakan material kabel tembaga berlapis enamel bermutu tinggi atau lempengan tembaga. Proses dari lilitan kumparan akan menggunakan sistem vacuum pressure impregnated (VPI).
Lilitan pada komponen stator generator dilengkapi dengan komponen sensor panas / temperatur yaitu 2 PT 100 RTD. Komponen ini harus dipasang pada lokasi yang memiliki titik panas tertinggi pada setiap fasa dari lilitan.
Automatic Voltage Regulator (AVR)
Disain AVR dari unit generator harus menggunakan jenis elektronik dengan kemampuan pengaturan tegangan. AVR juga harus dilengkapi dengan pembacaan kecepatan putaran mesin dan pengaturan frekuensi secara otomatis. 
Disain AVR harus berdasarkan pada karakteristik keluaran generator dan dapat menunjang sistem operasi dari semua komponen pengaturan yang terpasang pada generator. 

Excitation System
Disain excitation system pada generator unit akan menggunakan Permanent Magnet Generator (PMG) pilot exciter system.
Disain nilai ambang batas dari excitation current adalah 110% dari kapasitas excitation current dalam keadaaan normal. Sedangkan untuk nilai ambang batas tegangan generator dari excitation system adalah 110% dari kapasitas nilai tegangan keluaran rotor dalam keadaan normal.

Terminal Box Generator
Material perlindungan wadah penutup komponen Terminal Box generator yang akan digunakan diluar ruangan (dibawah shelter) minimal setara dengan IP 55. Disain kotak terminal (terminal box) generator harus disesuaikan dengan beberapa fungsi sistem pengaturan, antara lain adalah:
  • Terminal sambungan untuk jalur listrik 3 (tiga) fasa dan jalur netral. Semua sistem penyambungan dari jalur ini harus mengunakan sistem bintang (star). Seluruh jalur harus tidak boleh menjadi satu dengan jalur pembumian (earthing).
  • Terminal sambungan untuk jalur earthing
  • Seluruh akses kabel harus melalui sisi atas dari terminal box generator.
  • Current transformers dan ground fault relay
  • Sub panel generator 1:
  • koneksi jalur stator 400V
  • Koneksi jalur star
  • Koneksi jalur komponen pemanas
  • Koneksi jalur RTD
Penggerak Engine 
Penggerak utama (prime mover) atau engine yang digunakan adalah gas engine langkah (4 stroke gas engine). Pembuat gas engine harus yang secara khusus telah terdaftar dan dikenal secara mutu sebagai pembuat engine untuk servis generator set. Gas engine yang digunakan adalah berbahan bakar gas (gas fuel engine), didinginkan dengan air dan rating untuk continuous duty.

Pengatur mesin (engine governor) harus memenuhi spesifikasi ISO 8528.

Pengatur kecepatan (speed governor) misalnya buatan ‘Woodward’ atau standar yang setara. Kelas performa dari sistem pengatur mesin minimum harus kelas G3 sesuai dengan ISO 8528 bagian 5.

Pengatur tekanan bahan bakar mesin harus dilengkapi dengan automatic shutdown block valve dan dilengkapi dengan metering. 

Engine harus memiliki sistem pengatur dengan akurasi tinggi. Putaran harus dapat diatur pada daerah 95% sampai 105% dari rated speed selama operasi normal. 

Saringan bahan bakar (fuel gas filter) harus bisa untuk operasi untuk sedikitnya 500 jam sebelum diganti. Level vibrasi peralatan dan pemipaannya tidak boleh melebihi dari nilai yang diberikan pada API Standard 670.

Sistem Minyak Pelumas (Engine Lube Oil System)
VENDOR harus melengkapi pemanas listrik untuk sistem pemanas minyak pelumas, jadi pada waktu engine dihidupkan maka siap untuk bekerja pada beban penuh. Pemanas listrik harus otomatis dimatikan pada waktu engine sudah beroperasi.

Sistem Pendingin (Engine Cooling System)
Sistem pendingin mesin yang dipakai adalah jacket water cooling system. Pendingin minyak pelumas dapat termasuk dalam sirkuit pendingin mesin.

Pendingin minyak harus didesain untuk 110% kemampuan penolakan panas (heat rejection) pada engine service power pada kondisi lapangan. Tekanan minyak pelumas pada setiap saat harus lebih besar daripada tekanan cairan pendingin (coolant).

Mesin harus didinginkan oleh air yang ditambahkan dengan scale dan corrosion inhibitor. VENDOR harus mengusulkan metode pengendalian suhu pendingin yang dapat diterima kecuali dinyatakan khusus.

Glikol akan ditambahkan ke air jika temperatur ruang yang dinyatakan dalam permintaan berada di bawah 5 °C. Sistem pendingin dalam contoh ini harus cocok untuk campuran hingga 50% etilen glikol dalam air. VENDOR harus memilih scale dan corrosion inhibitor yang sesuai.

Cairan pendingin (coolant) harus didinginkan dalam radiator berpendingin udara (radiator) yang disuplai oleh vendor. Radiator menempel pada mesin berikut semua peralatan proses yang terkait, sebagaimana dinyatakan dalam daftar permintaan. 

Kipas radiator harus digerakkan langsung oleh engine. Sistem pendingin harus dengan tingkat kebisingan yang rendah (maksimum 85 dB dalam radius 1 meter).

Pemipaan sistem pendingin harus berada didalam skid, dipasang dengan support yang kuat, tidak boleh ada kantung udara dan titik terendah dilengkapi dengan drain valve yang tersambung ke drain pit. 

Sistem Penyalaan Mesin (Engine Starting System)
Sistem penyalaan mesin yang disuplai harus lengkap berikut batere, starter control, starter contactor dan starter over speed limiting switch. 

Batere penyimpan harus dari jenis Lead Acid atau Nickel Cadmium, dipasang pada kotak atau rak dengan pelindung mekanis yang kuat, melindungi dari air dan terminal tidak dapat hubungan singkat.

Gas engine genset package ini harus dilengkapi dengan dua (2) sistem pengisi batere (battery charger system) yaitu dari alternator yang digerakkan engine dan pengisi batere yang mengambil arus dari sumber daya listrik AC (alternating current)

Setiap gas engine genset package harus dilengkapi dengan dua batere penyimpan yang masing-masingnya harus harus dapat mengengkol engine selama 5 menit. Starter harus terlepas apabila engine sudah mencapai kecepatan putarnya dan tidak setelah periode waktu tertentu. Namun, jika mesin gagal untuk start dalam waktu yang dibutuhkan sampai 12 putaran selesai, kontrol starter akan membatalkan starting.

Sistem Bahan Bakar (Engine Fuel System)
Gas engine yang digunakan adalah menggunakan bahan bakar gas (Gas Engine)

Bahan Bakar Gas
Bahan bakar gas yang digunakan adalah gas yang dihasilkan oleh Fuel Gas Scrubber. VENDOR harus menjamin gas engine ini bekerja sesuai performa bahan bakar gas sesuai dengan spesifikasi ini.

Gas engine ini harus dilengkapi dengan unit filtrasi gas di pasang diatas skid dengan elemen saringan lengkap dengan indikator perbedaan tekanan dan quick opening closure untuk penggantian elemen filter dengan mudah.

Bahan bakar gas terdiri dari pengatur overflow, filter pada tekanan konstan dan alat pengaman tekanan lebih. Regulator bahan bakar gas juga harus dipasang diatas skid dan diperlukan untuk mengurangi tekanan suplai bahan bakar gas ke tingkat yang dapat diterima pada sistem bahan bakar mesin.

Pasokan bahan bakar dan sistem filtrasi harus mencakup 
  • Liquid dan sediment trap / pre-filter
  • Fuel gas filter
Sistem Udara Masuk (Air Inlet System)
Sistem udara masuk harus dilengkapi dengan saringan udara 2 tingkat tipe outdoor industrial kering yang dapat diganti. Dilengkapi dengan pre-cleaner yang dapat menangkap kotoran sebelum mencapai saringan utamanya.

Sambungan antara saringan udara dan mesin harus kedap udara untuk menghindari hisapan udara yang tak tersaring.

Sistem udara masuk harus dilengkapi dengan instrument (PD gauge dan alarm), expansion bellow dan flaps dengan limit switch tutup penuh dan buka dan reset manual. 


Sistem Pengeluaran (Exhaust System)
Sistem exhaust harus disangga dengan baik pada skid dan dilengkapi dengan exhaust manifold, expansion bellow, exhaust pipe, spark arrester, isolasi panas, sambungan fleksibel dengan flange dan peredam (silencer) yang memenuhi standar kebisingan.

Peredam knalpot harus disediakan oleh VENDOR, dan harus meredam kebisingan mesin knalpot hingga 85 dB dalam radius satu meter kecuali kalau ditentukan lain pada data sheet. Peredam knalpot harus dipasang sedekat mungkin ke mesin.

Saluran masuk dan pembuangan harus didesain dan diletakkan sedemikian rupa untuk memastikan bahwa udara masuk tidak akan tercemar oleh gas buang. Desain dari saluran (ducting) knalpot harus disetujui untuk memastikan bahwa gaya yang berlebihan tidak terjadi pada waktu mesin dimatikan. 

Pipa buang harus berukuran cukup dan disangga dengan kuat untuk menghindari tekanan balik yang berlebihan. Sebuah perangkap kondensat dan cerat harus disediakan di beberapa titik rendah di depan mesin knalpot.

Semua pemipaan baja karbon, peredam dan peralatan lainnya yang terkena suhu knalpot dan dibuang ke atmosfir harus dibersihkan dengan blast clean dan beri lapisan aluminium secara thermal untuk perlindungan korosi.

Vendor harus mendesain maksimum tekanan balik yang diijinkan pada gas buang mesin harus sesuai dengan sistem pembuangan untuk pemulihan panas (exhaust heat recovery systems). Kurva suhu exhaust dan aliran massa vs daya output mesin harus disiapkan oleh vendor.

Engine exhaust harus dilengkapi dengan saringan anti serangga (bug screen).

Kopling 
Gas engine genset package ini harus dilengkapi dengan kopling fleksibel dengan desain yang sudah terbukti pemakaiannya pada servis yang sejenis. 

Kopling yang digunakan harus dapat mengurangi getaran dari penggerak dan mempunyai ruang cukup sehingga penggerak atau pompa dapat dipindahkan tanpa menganggu yang lain. Kopling harus diseimbangkan secara dinamis untuk putaran diatas 3600 rpm.

Service factor kopling adalah 1.5 kali maksimum HP (Horse Power) engine.

Pelindung kopling dengan material anti spark harus dilengkapi sebagai pengaman (guard) benda berputar terhadap orang.

Kopling yang memerlukan pemanasan untuk pemasangan atau pembongkaran tidak boleh digunakan. Semua kopling harus dari jenis kopling yang tidak dilumasi. 

Sistem Instrumentasi dan Kontrol
VENDOR harus memasang semua sistem kontrol dan instrumentasi yang lengkap termasuk tubing dan perkabelannya. 

Semua instrumentasi pada gas engine seperti misalnya alat ukur (gauge) dan indikator harus ditempatkan pada panel yang sesuai yang dipasang dengan kuat diatas skid. Panel harus dilengkapi dengan isolator vibrasi yang sesuai untuk mencegah instrumen dari kerusakan akibat getaran mesin yang berlebihan dan terjadinya resonansi.

Panel kontrol mesin harus termasuk emergency stop . Mesin harus berhenti dengan menutup  katup bahan bakar.

Pengatur (governor) harus dari jenis elektronik.

Semua kontrol dan instrumentasi untuk operasi otomatis dan manual dan shutdown harus disediakan.

Mesin generator set harus dikendalikan dan dipantau oleh sebuah panel kontrol lokal, yang mencakup common alarm untuk pasokan status unit generator set ke sistem PLC.

Generator harus dilengkapi dengan pemanas anti kondensasi.

Desain sistem kontrol harus dari jenis fail-safe.

Lokal kontrol untuk generator package meliputi:
  • Speed raise/lower switch,
  • AVR raise/lower switch,
  • Manual excitation raise/lower switch,
  • Start push button,
  • Manual and automatic start switch,
  • Stop push button (shrouded),
  • Circuit breaker open/closed switch,
  • Emergency shutdown.
  • Cranking Panel.
Alat petunjuk lokal untuk generator package meliputi:
  • Voltmeter (Generator) + selector switch,
  • Ammeter + selector switch,
  • Frequency meter,
  • Tachometer,
  • Running hours meter,
  • Circuit breaker open/closed,
  • Fuel gas pressure gauge,
  • Engine lubes oil pressure,
  • Engine jacket water temperature,
  • Engine lube oil temperature.
Alarm harus dengan lampu dan pemberitahuan (annunciation). Fitur dengan first out flashing (berkedip) harus disediakan dan Alarm akan dibunyikan dari panel lokal dan remote control generator yang harus termasuk :
  • Low engine lube oil pressure,
  • High engine jacket water temperature,
  • Over-speed,
  • High engine exhaust temperature,
  • High oil differential pressure,
  • Low jacket water level,
  • Low water pump discharge pressure.
  • High vibration.
  • High generator windings temperature.
Dry voltage contacts harus disediakan untuk memberi indikasi remote common alarm setiap kondisi fault, jalan dan stop kepada sistem PLC. Setiap dry voltage contact harus menjadi hubungan normally open pair dan normally close pair.

Sistem kontrol harus melakukan shutdown mesin secara otomatis apabila terjadi kondisi sebagai berikut :
  • Low lube oil pressure,
  • High engine jacket water temperature,
  • Over-speed (alarm at 110% speed, trip at 115% speed).
  • High vibration.
  • High generator windings temperature.
Shutdown unit harus dilakukan dengan menutup katup pasokan bahan bakar mesin.

Semua kawat (wire) harus dari tembaga dipuntir berujung pada terminal strip berlabel harus menggunakan lugs.

Semua kawat harus diidentifikasi pada saat pemutusan hubungan masing-masing.

Kelistrikan (Electrical)
Komponen kelistrikan harus sesuai untuk servis pada lingkungan safe area, unclassified kecuali dinyatakan lain pada data sheet.

VENDOR harus melengkapi gas engine genset package ini dengan grounding pada semua peralatan. Peralatan yang dibaut harus dilengkapi dengan grounding lug yang terpisah dengan kabel ground bonding yang disambungkan pada struktur skid.

Skid dan Fabrikasi
Unit gas engine genset ini harus disuplai sebagai paket lengkap, terpasang pada skid baja struktural yang kuat. VENDOR harus menyediakan blok isolasi getaran (vibration isolation blocks) yang dipasang pada unit diatas baja struktural atau lantai beton. Untuk pengangkatan generator harus dipasang mata angkat (lifting eye) pada posisi pusat gravitasi.

Engine dan peralatan yang diputarnya harus dipasang pada satu skid yang kuat untuk memudahkan pemasangan dan penyetelan kelurusan (alignment). Apabila VENDOR mendesain base plate dibawah engine, maka desainnya harus dengan sistem baut dan didowel ke baseplate peralatan yang digerakkannya (generator) untuk membuat semua skid menjadi satu kesatuan yang kuat.

Engine dan peralatan yang digerakkannya harus dengan kuat menempel diatas skid. Setiap anti vibrasi atau dudukan tiga titik (three-point mounts) harus menyambungkan skid ke struktur penyangganya.

Skid harus difabrikasi dari baja karbon struktural, dikonstruksi dengan sistem single lift unit, dan didesain mempunyai kekuatan cukup untuk menyangga semua peralatan diatasnya tanpa terjadi mis-alignment pada kondisi beban yang ditentukan.

Gas engine harus dipasangi dengan flexible isolator mounting. Struktur skid yang didepan flexible isolator mounting harus disangga (disupport) dengan kuat.

Komponen atau peralatan didalam skid tidak boleh terganggu oleh sling, shackle atau lainnya pada waktu instalasi dan pemindahan package unit. Kawat sling tidak boleh menyentuh komponen didalam skid selama proses mengangkat.

Drip pan harus dipasang dibawah gas engine, dibuat dari pelat tebal minimal 6 mm, disangga dengan kuat dan di buat miring (slope) kearah drain. 

Skid harus dikonstruksi untuk memudahkan melepaskan wadah minyak lumas mesin (oil carter) tanpa harus mengangkat engine dari skid. Pengurasan minyak harus dapat dilakukan dengan ruang yang cukup, bukan dengan menumpahkan kurasan minyak ke drip pan.

Frekuensi alami (natural frequency) komponen struktural skid, pemipaan, support dan peralatan lainnya tidak boleh dieksitasi (excited) oleh setiap kecepatan putar poros dan/atau gaya inersia yang ditimbulkan oleh peralatan putar. Apabila getaran akibat itu timbul pada waktu pengujian dan/atau start-up, maka VENDOR harus memperbaikinya, kecuali apabila tingkat fatique stress masih didalam spesifikasi.

Berat gas engine generator package, dan posisi center of gravity (cog) harus ditunjukkan pada gambar general assembly (GA drawing). Informasi berat dan posisi center of gravity  ini harus di cap (stamp) permanen pada skid.

VENDOR harus memberikan reaksi desain dukung (design support reaction) untuk semua titik angkur skid pada semua kondisi beban desain.

PENGUJIAN GAS ENGINE
Pengujian harus dilakukan minimum pada hal berikut ini :
  • Pengujian running dan performa gas engine sesuai ISO 3046 and 8528.
  • Pengujian pembebanan gas engine pada 25 %, 50 %, 75 % dan 100 % dengan mencatat data berikut minimum :
  • Efisiensi mesin (engine efficiency)
  • Konsumsi bahan bakar
  • Laju panas (konsumsi bahan bakar spesifik)
  • Emisi gas buang
  • Tekanan dan suhu minyak pelumas dan air pendingin

PENGUJIAN GENERATOR

Pengujian Kualifikasi (Qualification Test)
VENDOR harus menyerahkan sertifikat uji terhadap peralatan serupa dan identik yang sesuai dengan standar internasional dan peraturan MIGAS. 

Tes berikut harus dilakukan pada waktu generator pertama kali diproduksi :
  • Heat run pada beban penuh (uji kenaikan temperatur).
  • Hot spot temperature test
  • Uji hubungan pendek untuk reaksi dan waktu mematikan
  • Uji vibrasi pada beban penuh 
  • Uji tingkat kebisingan
  • Uji hubungan pendek yang dapat ditahan.
  • Perhitungan efisiensi pada beban 50%, 75% dan 100%, pada rated power factor.
  • Uji balans rotor pada waktu manufaktur.
  • Respon AVR dan frekuensi akibat pembebanan tiba-tiba dan load shedding pada 25, 50, 75 and 100% dari beban rated. 
  • Uji putaran lebih (120%) selama 2 menit.
  • Analisis gelombang pada beban penuh
  • Uji beban lebih (110%) selama 1 jam

Pengujian Rutin (Routine Test)
Pengujian berikut minimum harus dilakukan oleh VENDOR di pabrik:
  • Pemeriksaan fisik terhadap pemenuhan spesifikasi dan standar
  • Pemeriksaan dimensional
  • Uji tahanan isolasi pada semua lilitan, pemanas, RTD dan lainya. 
  • Uji power frequency voltage
  • Pengukuran tahanan lilitan dingin dari stator, rotor dan exciter.
  • Uji saturasi pada kondisi tak dibebani
  • Urutan fasa
  • Uji dielectrik (jika ada)
  • Uji vibrasi pada kondisi tak dibebani dan kecepatan penuh
  • Uji tingkat kebisingan pada semua alat bantu, sensor, dan lainnya.


Set Test (Couple Test)
Pengujian harus dilakukan oleh VENDOR pada peralatan yang sudah dirakit secara komplit sebelum pengiriman untuk menjamin semua peralatan elektrikal dan perkabelan sudah pada kondisi operasi yang benar.  

Minimum pengujian genset yang harus dilakukan di pabrik oleh VENDOR adalah :
  • Pengujian start dan stop
  • Pengujian pembebanan 
  • 1 jam pada 25% beban rated
  • 1 jam pada 50% beban rated
  • 1 jam pada 75% beban rated
  • 4 jam pada 100% beban rated
  • 15 menit pada 110% beban rated
  • Setiap 15 menit data berikut harus dicatat :
  • Konsumsi bahan bakar
  • Suhu air didalam dan diluar jacket
  • Tekanan air jacket 
  • Suhu dan tekanan minyak lumas 
  • Level Pressure.
  • Frekuensi dan kecepatan 
  • Daya nyata (real power)
  • Arus, tegangan dan factor daya 
  • Impact dan rejection load.
  • Uji kebisingan
  • Safety alarm dan shutdown test.

Pengujian di Lokasi (Site Acceptance Test - SAT)
Site acceptance test harus dilakukan oleh VENDOR dan dilakukan sesuai prosedur pengujian yang telah disetujui. VENDOR harus melakukan pengujian setelah selesainya konstruksi untuk menunjukkan bahwa semua persyaratan pada data sheet dan spesifikasi sudah dipenuhi dengan lengkap. 

VENDOR harus menunjukkan didalam penawarannya ketentuan dari semua peralatan uji yang diperlukan untuk melaksanakan pengujian rutin dan optimal berikut yang sesuai persyaratan data sheet proyek ini. 

Site acceptance test minimal berikut harus dilakukan dilokasi proyek :
  • Pengujian start dan stop
  • Pengujian pembebanan 
  • 1 jam pada 25% beban rated
  • 1 jam pada 50% beban rated
  • 1 jam pada 75% beban rated
  • 4 jam pada 100% beban rated
  • 15 menit pada 110% beban rated
  • Setiap 15 menit data berikut harus dicatat :
  • Konsumsi bahan bakar
  • Suhu air didalam dan diluar jacket
  • Tekanan air jacket 
  • Suhu dan tekanan minyak lumas 
  • Level Pressure.
  • Frekuensi dan kecepatan 
  • Daya nyata (real power)
  • Arus, tegangan dan factor daya 
  • Impact dan rejection load.
  • Uji tingkat kebisingan
  • Safety alarm dan shutdown test.

PENANDAAN DAN PELABELAN (MARKING AND TAGGING)
Gas engine generator unit harus mempunyai tag number seperti yang ditunjukkan pada gambar proyek. Juga harus dilengkapi dengan nameplate terbuat dari stainless steel 316 yang tempelkan  ke badan peralatan pada posisi yang mudah terlihat. Semua tulisan dalam nameplate harus tertulis dengan jelas menggunakan huruf timbul (emboss) agar tidak mudah hilang. Nameplate pada unit gas engine generator set ini harus berisi informasi berikut ini :
  • Tag number,
  • Nomor PO,
  • Nama pembuat,
  • Nomor katalog atau tipe,
  • Engine data as per manufactured standard,
  • Excitation system,
  • Voltage regulation,
  • Generator rating,
  • Insulation class, 
  • Bukti persetujuan,
  • Berat dan
  • Tahun pembuatan .


Penandaan pada semua dokumen (document marking) harus berisi :
  • Nama pemilik (owner title)
  • Nama proyek (project title)
  • Purchase Order No. (PO number), 
  • Item No.,
  • Berat



Share this Post Facebook Twitter Google+ WhatsApp

Subscribe to receive free email updates:

5 Responses to "STANDAR DESIGN GAS ENGINE GENERATOR"

  1. Genset Perkins rekomen pakai oli merek apa ya? sama kekentalannya brp?

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo perkins diesel ditempatku pake meditrasn s30.. klo perkins gas engine pake NGlube semuanya merk pertamina

      Delete
  2. Mas ada gk, generator dg dual fuel gas dan solar, kapaistas 1MW

    ReplyDelete

Loading...